Desain Rumah Klasik 2 Lantai yang Sesuai Dengan Lahan Sempit
Meskipun terkesan timeless penggunaan desain rumah klasik 2 lantai jika tidak hati-hati akan menjadikan hunian terlihat sempit. Apalagi jika memang lahan yang tersedia tidak banyak jadi harus menggunakan teknik arsitektur yang tepat agar desainnya terasa luas dan lega.
Daftar Isi
Tips Menerapkan Desain Rumah Klasik 2 Lantai Jika Luas lahannya Sempit
1. Manfaatkan ketinggian dengan benar
Pada desain klasik memang sering digunakan langit-langit yang sangat tinggi agar ruangan terasa megah sekaligus membuatnya tidak terasa sesak. Jika Anda ingin membangun hunian 2 lantai jangan menggunakan standar minimal yang biasanya hanya 3 meteran saja tetapi buatlah sampai 4-4,5 meteran.
Dengan demikian Anda pun jadi lebih bebas mendekorasi ruangan dengan furnitur klasik yang memang kebanyakan ukurannya sangatlah besar. Ini akan membantu supaya ruangan tidak terasa seperti tertekan dan mata jadi bisa lebih leluasa memandang sekaligus melancarkan udara agar mudah bersirkulasi.
2. Buatlah area void
Caranya adalah dengan menghubungkan salah satu bagian rumah dari lantai 1 sampai ke lantai 2 sehingga terciptalah area terbuka yang luas. Anda bisa melakukannya di area dekat tangga utama atau pada ruang tamu sehingga akan terasa kemegahannya begitu memasuki ruangan.
Cara ini akan membuat kedua lantai jadi terasa terhubung satu dengan yang lain tanpa adanya kotakan atau batasan tertentu jadi hunian akan terasa lebih lebar secara vertical. Cara ini juga sangat bagus untuk iklim tropis karena dapat membantu udara panas untuk naik ke atas sehingga di lantai 1 tetap terasa sejuknya.
3. Buatlah jendela yang meninggi bukan melebar
Salah satu ciri khas yang sering diaplikasikan pada desain klasik meskipun sudah terpengaruh gaya modern sekalipun adalah penggunaan jendela berukuran sangat besar. Namun sering kali ada yang salah mendesainnya karena jendela justru dibuat besar secara horizontal sehingga terlihat melebar.
Lebih baik Anda memanfaatkan ukuran langit-langit yang sangat tinggi sehingga buatlah jendela menjadi besar secara vertical sehingga terlihat meninggi.
Cara ini juga akan mengubah tampilan exterior rumah jadi terlihat lebih jenjang sehingga kemegahan pun semakin terasa apalagi kalau digabungkan dengan penggunaan pilar-pilar yang ukurannya masif. Jangan lupa untuk membingkainya dengan desain mullion sehingga Anda dapat memandang area outdoor dengan leluasa.
4. Gunakan flat profile pada molding
Meskipun desain rumah klasik 2 lantai sering dihiasi dengan penggunaan profil dan molding yang banyak agar terlihat lebih megah namun jangan salah memilih gayanya. Hindari ukuran yang tebal dan melengkung karena akan memakan banyak space karena bentuknya yang terlalu menonjol.
Lebih baik menggunakan profile yang cenderung flat tetapi dibarengi dengan teknik multi layer sehingga Anda tetap bisa menambahkan banyak detail tanpa harus memakan space. Profilnya cukup 2-3cm saja jaraknya dari dinding sehingga detailnya masih bisa tetap terlihat dan rumah pun akan terlihat megahnya.
Baca Juga : Biaya Bangun Rumah 2 Lantai Gaya Georgian
5. Penggunaan kombinasi warna monokromatik
Memang untuk gaya klasik kebanyakan didominasi dengan warna yang cerah supaya cahaya bisa bebas terpantul ke semua area sehingga ruang pun jadi lega. Jadi supaya kesannya tidak membosankan Anda pun harus memilih warna dengan benar yaitu dengan mengombinasikan warna monokromatik yang senada tetapi tetap memiliki sedikit perbedaan.
Sebagai contoh bisa menerapkan warna off-white di bagian profil untuk mendampingi ruangan yang backgroundnya menggunakan klasik white. Jika hunian tidak terlalu luas lebih baik menghindari warna yang gelap terlalu banyak namun jika memang ingin dijadikan aksen boleh saja dalam jumlah yang terbatas.
6. Gunakan detail railing yang ramping
Area tangga memang banyak yang diberi detail railing tebal agar kelihatan kokoh dan mengah namun cara ini tidak selalu working terutama jika hunian Anda lahannya sempit. Untuk mengatasinya bisa diganti dengan material besi tempa karena bisa dibuat dengan lebih ramping sehingga tangga tidak akan menjadi beban.
Untuk memunculkan kesan klasiknya besi tempa bisa dibuat dengan detail yang melingkar-lingkar agar memunculkan kesan elegan khas desain klasik. Untuk tangganya sendiri pun gunakan lekungan pada bagian sudut agar tidak terlihat kaku dan menjadikan transisi lebih mengalir lembut.
7. Gunakan teknik refleksi
Tidak hanya desain rumah klasik 2 lantai saja banyak hunian yang memang ruangannya terbatas pasti akan menggunakan teknik ini dengan menempatkan berbagai cermin di sudut ruangan. Gunakanlah yang bingkainya berukir bisa terbuat dari kayu maupun logam untuk menambah kesan dramatis pada ruangan.
Usahakan cari yang tingginya bisa sama dengan pintu dan taruhlah di sisi seberang koridor sehingga membuatnya terasa lebih panjang jadi tidak terasa seperti jalan buntu. Untuk ruangan dengan jendela taruhlah cermin berseberangan dengan jendela supaya cahaya dapat terpantul dan menyebar.
8. Gunakan furnitur yang bawahnya terekspose
Ini terutama untuk pemilihan sofa meskipun terlihat sangat mewah namun jika ruangannya tidak memadai lebih baik menghindari sofa berukuran raksasa yang tidak ada kakinya. Agar ruangan lebih lega cobalah untuk menggunakan kursi Hepplewhite maupun Chippendale karena kakinya bisa terlihat.
Selain itu pilih bentuk kaki yang ramping sehingga Anda jadi bisa melihat lantai secara terus tanpa terputus yang membuat otak berpikir bahwa ruangan lebih lega. Selain itu jangan gunakan furnitur yang ukurannya tidak proporsional dengan luas ruangan karena akan membuatnya terasa sesak.
Baca Juga : Desain Rumah Klasik 1 Lantai yang Kaya dan Mewah
9. Lengkapi dengan pencahayaan
Saat tidak ada matahari maka Anda pun harus mengatur pencahayaan dengan benar supaya ruangan terasa lebih lega. Jadi selain chandelier yang ditempatkan di tengah ruang tambahkan juga penerangan lainnya dengan teknik layered lighting sehingga dimensi ruang bisa terjaga.
Jika ada drop ceiling maka tambahkan juga lampu sorot tersembunyi di baliknya agar plafon terlihat mengambang sehingga jaraknya seolah-olah lebih jauh dari lantai. Sebarkan lampu ambiance di berbagai sudut agar tidak ada dead corner yang dapat membuat ruang jadi menciut.
10. Tambahkan taman indoor
Untuk memecah kekakuan ruangan sekaligus membawa suasana luar ruang ke dalam rumah cobalah menambahkan sebuah taman indoor kecil di tengah. Batasi dengan dinding kaca agar tetap tertutup dan kerapian pun tetap terjaga terutama di iklim tropis yang sering hujan.
Jika memungkinkan buatlah menjadi area void sehingga taman tersebut bisa disaksikan meski dari lantai 2 sehingga terasa menyejukkan. Untuk tanamannya sendiri cukup 1 pohon besar utama yang dilengkapi dengan kolam di bagian bawahnya. Meskipun kolamnya kecil namun tetap dapat memantulkan bayangan pohon sehingga terlihat dramatis apalagi jika diberi lampu sorot di malam hari.
Ternyata menggunakan desain rumah klasik 2 lantai untuk lahan sempit tetap bisa dilakukan asalkan setiap elemennya dipertimbangkan dengan benar. Jangan lupa desainnya juga harus disesuaikan dengan kepribadian penghuni agar karakter rumah terasa lebih kuat dan personal. Jika membutuhkan bantuan profesional, gunakan layanan Jasa Desain Rumah dari Classico. Hubungi 0812-2002-0075 atau email sales@classico.co.id untuk mengonsultasikan detail desain hunian impian Anda lebih lanjut.
